Kutipan

Kata Bijak Bersyukur: 12 Kutipan Bersumber dan Cara Melatih Rasa Syukur

Kata bijak bersyukur yang baik mengajak kita memperhatikan apa yang sudah ada, tanpa menutupi hal yang berat. Halaman ini memuat 12 kutipan tentang syukur dan terima kasih dari Kartini, Soekarno, Cicero, Seneca, Marcus Aurelius, Daniel Defoe, dan G.K. Chesterton, masing-masing dengan sumber karya yang bisa ditelusuri dan penjelasan singkat. Pilih satu kutipan, lalu coba tulis tiga hal yang kamu syukuri hari ini.

12 kutipan bersumberoleh Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui

Bersyukur sering terdengar seperti nasihat yang gampang diucapkan tetapi sulit dijalani, apalagi ketika hari terasa berat. Kamus psikologi American Psychological Association mendefinisikan gratitude sebagai rasa terima kasih dan bahagia ketika menerima sesuatu yang berharga, baik pemberian nyata dari orang lain maupun keberuntungan kecil, misalnya hari yang cerah. Jadi syukur bukan perintah untuk merasa baik-baik saja. Syukur adalah cara memperhatikan hal baik yang sudah ada, berdampingan dengan hal sulit yang juga nyata.

Kumpulan kata bijak bersyukur di halaman ini kami telusuri satu per satu ke karya aslinya: surat Kartini, buku, pidato, dan surat Soekarno, pidato Cicero, risalah Seneca, catatan pribadi Marcus Aurelius, novel Daniel Defoe, dan esai G.K. Chesterton. Kutipan berbahasa asing kami terjemahkan sendiri dari teks aslinya, dan tautan ke teks sumbernya kami cantumkan. Ungkapan tentang syukur yang beredar luas tetapi tidak jelas asal-usulnya kami pisahkan di bagian ungkapan populer, tanpa nama tokoh.

Penelitian psikologi tentang syukur cukup banyak, dan hasilnya perlu dibaca dengan jujur. Dalam studi Emmons dan McCullough (2003), peserta yang rutin mencatat hal-hal yang mereka syukuri, mingguan atau harian, menunjukkan kesejahteraan yang lebih tinggi pada beberapa, tetapi tidak semua, ukuran dibanding kelompok pembanding. Meta-analisis Davis dan rekan (2016) menemukan latihan syukur unggul dibanding kelompok yang hanya diukur, tetapi hasilnya setara, bukan lebih baik, dibanding latihan psikologis lain. Artinya, syukur layak dicoba, tetapi bukan obat ajaib.

Ada juga cara yang mirip dengan nasihat Marcus Aurelius dan Robinson Crusoe di bawah: membayangkan sebuah hal baik tidak pernah terjadi. Dalam studi Koo dan rekan (2008), mahasiswa yang menulis tentang bagaimana sebuah peristiwa positif bisa saja tidak pernah terjadi melaporkan suasana hati yang lebih positif daripada mereka yang menulis tentang bagaimana peristiwa itu terjadi.

Kalau ingin mencoba, pakai tema syukur di Jurnal Refleksi: tulis tiga hal kecil yang kamu syukuri hari ini, lalu satu nama orang yang ingin kamu beri ucapan terima kasih.

Kutipan dan sumbernya

Setiap kutipan di bawah bisa kamu telusuri ke karya aslinya lewat tautan sumber. Tombol Salin menyalin kutipan lengkap dengan nama tokoh, judul karya, dan tautan sumbernya.

Oh, hidup ini penuh keindahan, asal kita mau memperhatikannya, meski ada banyak hal yang sangat menyedihkan; dan kewajiban kita adalah menambah keindahan itu dan membuat yang sedih menjadi kurang sedih. Ada begitu banyak hal yang membuat kita ingin berterima kasih!

R.A. Kartini, Surat kepada Prof. Dr. G.K. Anton dan istri, 10 Juni 1901, dalam Door duisternis tot licht, N.V. Electrische Drukkerij "Luctor et Emergo", 's-Gravenhage (edisi 1912). Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Belanda.
Lihat teks asli

O, 't leven is vol schoonheid, als wij die maar willen opmerken, ondanks vele diepdroeve dingen, die er zijn, en onze plicht is die schoonheid te verhoogen en 't droeve minder droef te maken. Er is zooveel dat tot danken stemt!

Perhatikan kata "asal kita mau memperhatikannya". Bagi Kartini, keindahan dan rasa syukur tidak datang sendiri; keduanya perlu dicari dengan sengaja. Ia juga tidak menyangkal hal yang menyedihkan. Syukur di sini berjalan berdampingan dengan kesedihan, bukan menggantikannya.

Memang ada saat-saat yang luar biasa indah dalam hidup! Dan kenangan akan saat seperti itu adalah harta seumur hidup; ia menjadi cahaya di hari-hari gelap, penyegar bagi jiwa ketika jiwa dilanda murung.

R.A. Kartini, Surat kepada R.M. Abendanon-Mandri, 10 Juni 1902, dalam Door duisternis tot licht, N.V. Electrische Drukkerij "Luctor et Emergo", 's-Gravenhage (edisi 1912). Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Belanda.
Lihat teks asli

Er kunnen toch ontzaglijk mooie oogenblikken in 't leven zijn! En de herinnering aan zulk een oogenblik is een schat voor 't leven; zij is een licht in donkere dagen, is een lafenis voor de ziel, wanneer zij door melancholie bevangen wordt.

Kartini menulis ini sambil mengenang hari-hari tertentu pada musim gugur 1900 yang membuatnya bahagia. Syukur tidak hanya untuk hal yang sedang terjadi; kenangan baik juga bisa disimpan dan dibuka lagi. Coba catat satu momen indah minggu ini agar bisa kamu baca ulang saat hari terasa gelap.

Oh, tentu, Stella, aku tak akan pernah cukup berterima kasih kepada orang tuaku atas pendidikan yang bebas yang mereka berikan kepadaku.

R.A. Kartini, Surat kepada E.H. Zeehandelaar, 6 November 1899, dalam Door duisternis tot licht, N.V. Electrische Drukkerij "Luctor et Emergo", 's-Gravenhage (edisi 1912). Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Belanda.
Lihat teks asli

O, zeker Stella, kan ik mijn ouders nooit genoeg dankbaar zijn voor de vrije opvoeding, die zij mij gaven.

Syukur Kartini di sini tertuju pada orang, bukan benda. Ia menyebut dengan jelas apa yang ia terima dari orang tuanya. Menyebut secara spesifik apa yang kita syukuri dari seseorang membuat ucapan terima kasih terasa lebih tulus daripada sekadar "makasih ya".

Saya namakan kitab ini "Sarinah" sebagai tanda terimakasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. [...] Dari dia saya mendapat banyak pelajaran mencintai "orang kecil".

Soekarno, Sarinah, Kata Pendahuluan (Yogyakarta, 3 November 1947). Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)

Soekarno menamai seluruh bukunya dengan nama pengasuhnya sebagai ucapan terima kasih. Kebaikan dari orang yang sering tak terlihat, seperti pengasuh, guru, atau tetangga, mudah terlupa. Siapa "Sarinah" dalam hidupmu, dan apakah ia pernah tahu jasanya kamu ingat?

Alangkah ketjilnja dua sumber itu ! Tetapi aku merasa dihikmati oleh satu rasa hormat, dan aku berdiri disitu dengan diem, dengan tiada ber-kata² : sebab sumber ketjil itu adalah Sumber-Ibunja dua sungai jang besar

Soekarno, Setialah kepada Sumbermu! (Pidato Presiden Republik Indonesia pada Hari Kebangunan Nasional, 20 Mei 1952), dalam Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan. Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)

Ejaan asli dipertahankan. Soekarno memakai mata air Sungai Brantas dan Serayu untuk menggambarkan rasa hormatnya kepada Budi Utomo dan Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Sungai besar tidak ada tanpa sumber kecil. Bersyukur juga berarti mengingat dari mana kita berasal dan siapa yang membuka jalan sebelum kita.

Di dalam paket yang pertama itu, ada "ekstra" lagi dari tuan, yaitu biji jambu mede. [...] Kami seisi rumah, itu hari pesta lagi makan biji jambu mede, seperti dulu.

Soekarno, Surat kepada T.A. Hassan, Endeh, 22 April 1936 (surat No. 9), dalam Surat-Surat Islam dari Endeh. Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)

Soekarno menulis surat ini dari Ende ketika, menurut suratnya sendiri, ia sedang "kering" uang. Yang ia syukuri hal sederhana, sebungkus biji jambu mede, yang membuat seisi rumah merasa berpesta. Syukur tidak menunggu hal besar; hal kecil yang disebut dengan jelas sudah cukup.

Tidak ada yang lebih kuinginkan daripada menjadi orang yang tahu berterima kasih dan juga terlihat demikian. Sebab, inilah satu-satunya kebajikan yang bukan hanya terbesar, melainkan juga ibu dari semua kebajikan lainnya.

Marcus Tullius Cicero, Pro Cn. Plancio (pidato pembelaan untuk Gnaeus Plancius), bagian 80, Bagian 80. Sumber: thelatinlibrary.com (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Latin.
Lihat teks asli

nihil est quod malim quam me et esse gratum et videri. haec enim est una virtus non solum maxima sed etiam mater virtutum omnium reliquarum.

Cicero mengucapkan ini dalam pidato pembelaan untuk Gnaeus Plancius. Sesudahnya ia menjelaskan bahwa bakti kepada orang tua adalah kehendak yang penuh terima kasih, dan warga yang baik adalah mereka yang mengingat jasa tanah airnya. Ini pandangan filsafat moral Cicero, bukan temuan ilmiah.

Siapa yang menerima kebaikan dengan rasa terima kasih, ia sudah membayar cicilan pertamanya.

Seneca, De Beneficiis (Tentang Kebaikan), Buku II, bagian 22, Buku II, bagian 22. Sumber: thelatinlibrary.com (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Latin.
Lihat teks asli

Qui grate beneficium accipit, primam eius pensionem soluit.

Di bagian yang sama Seneca menyarankan agar rasa senang karena ditolong ditunjukkan dengan terbuka, tidak hanya di depan si pemberi. Kalau kamu belum bisa membalas kebaikan seseorang, mengakuinya dengan tulus sudah merupakan langkah pertama.

Jangan memikirkan hal-hal yang tidak ada seolah-olah sudah ada. Pilihlah yang terbaik dari hal-hal yang ada padamu, lalu, karena hal-hal itu, ingatkan dirimu betapa kamu akan mencarinya seandainya ia tidak ada.

Marcus Aurelius, Meditations (Ta eis heauton), suntingan teks Yunani J. H. Leopold, Buku 7, bagian 27. Sumber: perseus.tufts.edu (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Yunani Kuno.
Lihat teks asli

Μὴ τὰ ἀπόντα ἐννοεῖν ὡς ἤδη ὄντα, ἀλλὰ τῶν παρόντων τὰ δεξιώτατα ἐκλογίζεσθαι καὶ τούτων χάριν ὑπομιμνῄσκεσθαι πῶς ἂν ἐπεζητεῖτο, εἰ μὴ παρῆν.

Kalimat berikutnya memberi rem yang penting. Marcus mengingatkan agar kita tidak menjadi terlalu bergantung pada hal-hal itu sampai gelisah bila suatu saat hilang. Membayangkan hidup tanpa sesuatu yang kita punya juga mirip dengan latihan yang diuji Koo dan rekan (2008).

Semua rasa tidak puas kita tentang apa yang tidak kita punya, bagiku tampak bersumber dari kurangnya rasa syukur atas apa yang kita punya.

Daniel Defoe, The Life and Adventures of Robinson Crusoe, Bab IX "A Boat" (renungan tokoh Robinson Crusoe), 1719. Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

All our discontents about what we want appeared to me to spring from the want of thankfulness for what we have.

Crusoe, tokoh rekaan Defoe, menulis ini saat hidupnya di pulau mulai terasa lebih ringan. Ia belajar melihat sisi terang keadaannya dan memikirkan apa yang ia nikmati, bukan apa yang tidak ia punya. Sesudahnya ia membandingkan keadaannya dengan apa yang dulu ia kira akan terjadi.

Kita tidak pernah melihat keadaan kita yang sebenarnya sampai keadaan itu diterangi oleh kebalikannya, dan tidak tahu cara menghargai apa yang kita nikmati, kecuali ketika kita kehilangannya.

Daniel Defoe, The Life and Adventures of Robinson Crusoe, Bab X "Tames Goats" (renungan tokoh Robinson Crusoe), 1719. Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

we never see the true state of our condition till it is illustrated to us by its contraries, nor know how to value what we enjoy, but by the want of it.

Crusoe menyadari ini saat ia terseret ke laut lepas, menjauhi pulau sepi yang dulu ia keluhkan, dan tiba-tiba ia ingin sekali kembali ke sana. Kita tidak harus menunggu kehilangan untuk menghargai sesuatu. Cukup bayangkan sejenak hidupmu tanpa satu hal yang hari ini kamu anggap biasa.

Ujian bagi semua kebahagiaan adalah rasa syukur; dan aku merasa bersyukur, walau aku hampir tidak tahu kepada siapa.

G.K. Chesterton, Orthodoxy, Bab IV "The Ethics of Elfland", 1908. Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

The test of all happiness is gratitude; and I felt grateful, though I hardly knew to whom.

Chesterton menulis tentang rasa takjub karena hal-hal yang biasa, bahkan karena punya dua kaki. Rasa syukur di sini tidak harus punya alamat yang jelas. Kadang cukup menyadari bahwa hal sehari-hari pun sebenarnya pemberian yang tidak kita minta.

Ungkapan populer, asal tidak jelas

Ungkapan berikut sering beredar, tetapi pencetusnya tidak bisa kami telusuri ke sumber yang jelas. Karena itu kami tidak mengatribusikannya ke siapa pun.

Asal tidak jelas

Seperti kacang lupa akan kulitnya.

Peribahasa tentang orang yang melupakan asal-usulnya dan orang-orang yang pernah membantunya. Pencetusnya tidak tercatat, jadi tidak kami atribusikan ke siapa pun. Kebalikannya adalah syukur yang ingat pada "sumber", seperti dalam pidato Soekarno di atas.

Asal tidak jelas

Air susu dibalas dengan air tuba.

Peribahasa tentang kebaikan yang dibalas dengan kejahatan, gambaran paling jauh dari sikap tahu berterima kasih. Asal-usulnya tidak bisa ditelusuri ke satu tokoh atau karya, jadi kami tampilkan tanpa nama.

Asal tidak jelas

Bersyukur mengubah apa yang kita punya menjadi cukup.

Kalimat ini beredar luas di media sosial dengan nama penulis yang berganti-ganti, dan kami tidak menemukan karya asal yang bisa ditelusuri. Karena itu kami menampilkannya tanpa nama tokoh.

Renungkan sejenak

  1. Tiga hal kecil apa yang berjalan cukup baik hari ini, walau harimu tidak sempurna?
  2. Siapa orang yang kebaikannya sering kamu anggap biasa, dan apa persisnya yang ingin kamu ucapkan terima kasih kepadanya?
  3. Kalau satu hal yang kamu punya sekarang tiba-tiba tidak ada, apa yang paling kamu rindukan darinya?
Tulis jawabanmu di Jurnal Refleksi

Bacaan terkait

Pertanyaan umum

Apa arti bersyukur menurut psikologi?

Kamus psikologi APA mendefinisikan gratitude sebagai rasa terima kasih dan bahagia ketika menerima sesuatu yang berharga, baik pemberian dari orang lain maupun keberuntungan kecil seperti hari yang cerah.

Apakah menulis jurnal syukur terbukti bermanfaat?

Ada bukti, tetapi tidak berlebihan. Emmons dan McCullough (2003) menemukan kesejahteraan yang lebih tinggi pada beberapa, tidak semua, ukuran. Meta-analisis Davis dan rekan (2016) menemukan latihan syukur setara, bukan lebih baik, dibanding latihan psikologis aktif lainnya.

Apakah bersyukur berarti harus menyangkal perasaan sedih?

Tidak. Bersyukur berarti memperhatikan hal baik yang ada tanpa menghapus hal yang berat. Kalau perasaan berat bertahan lama atau mengganggu aktivitas, bicarakan dengan orang yang kamu percaya atau tenaga profesional.

Dari mana asal kata bijak bersyukur di halaman ini?

Setiap kutipan tokoh bisa ditelusuri ke karya aslinya, seperti surat Kartini, buku Sarinah dan pidato Soekarno, pidato Cicero, dan novel Robinson Crusoe. Judul karya dan tautan ke teks sumbernya dicantumkan di setiap kutipan.

Sumber pengantar

  1. American Psychological Association. gratitude (APA Dictionary of Psychology). American Psychological Association. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  2. Robert A. Emmons, Michael E. McCullough (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology. doi:10.1037/0022-3514.84.2.377 (diakses 15 Oktober 2026)
  3. Don E. Davis, Elise Choe, Joel Meyers, Nathaniel Wade, Kristen Varjas, dan rekan (2016). Thankful for the little things: A meta-analysis of gratitude interventions. Journal of Counseling Psychology. doi:10.1037/cou0000107 (diakses 15 Oktober 2026)
  4. Minkyung Koo, Sara B. Algoe, Timothy D. Wilson, Daniel T. Gilbert (2008). It's a wonderful life: Mentally subtracting positive events improves people's affective states, contrary to their affective forecasts. Journal of Personality and Social Psychology. doi:10.1037/a0013316 (diakses 15 Oktober 2026)
WhatsApp

Tema kutipan lain