Kutipan

Motivasi Kerja: 11 Kata-Kata Bersumber dan Maknanya Menurut Psikologi

Motivasi kerja adalah alasan yang membuat kamu memulai dan bertahan dalam pekerjaan, baik dari dalam diri (pekerjaannya menarik atau bermakna) maupun dari luar (gaji, pujian). Halaman ini memuat 11 kata kata motivasi kerja dari tokoh Indonesia dan dunia yang sumbernya bisa kamu telusuri, masing-masing dengan catatan singkat dari sudut psikologi.

11 kutipan bersumberoleh Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui

Kata kata motivasi kerja paling berguna ketika kamu tahu dari mana asalnya dan apa maksudnya. Karena itu, setiap kutipan di halaman ini kami cantumkan bersama karya aslinya: surat, buku, pidato, atau wawancara yang teksnya bisa kamu baca sendiri. Ungkapan yang asal-usulnya tidak jelas tetap boleh kamu nikmati, tetapi tidak kami tempelkan ke nama tokoh mana pun.

Motivasi kerja menurut psikologi

Psikologi membedakan dua sumber dorongan. Motivasi intrinsik muncul saat kamu mengerjakan sesuatu karena aktivitas itu sendiri menarik dan memuaskan. Motivasi ekstrinsik muncul saat kepuasannya datang dari akibat yang terpisah dari pekerjaannya, misalnya imbalan atau pujian. Teori determinasi diri lalu menambahkan pembeda yang lebih halus: motivasi otonom terasa sebagai pilihan sendiri, sedangkan motivasi terkendali terasa sebagai tekanan atau keharusan (Gagné dan Deci, 2005).

Teori yang sama mengajukan tiga kebutuhan psikologis dasar, yaitu kompetensi, otonomi, dan keterhubungan. Saat ketiganya terpenuhi, motivasi diri cenderung menguat; saat terhambat, motivasi dan kesejahteraan cenderung menurun. Ryan dan Deci juga membahas pentingnya kebutuhan ini di berbagai ranah, termasuk pekerjaan (Ryan dan Deci, 2000). Gaji tetap penting. Meta-analisis atas 183 studi di sekolah, tempat kerja, dan aktivitas fisik menemukan bahwa motivasi intrinsik dan insentif sama-sama memprediksi kinerja: motivasi intrinsik lebih terkait kualitas, insentif lebih terkait kuantitas (Cerasoli dkk., 2014).

Itulah sebabnya kutipan di bawah dipilih yang menyentuh makna kerja, kerja bersama, dan rasa memiliki pekerjaan, bukan sekadar "kerja keras pasti berhasil". Catatan di tiap kutipan mengaitkannya dengan konsep tadi. Kalau ingin memahami lebih dalam bedanya dorongan dari dalam dan dari luar, baca motivasi intrinsik.

Kalau semangat kerja tidak kunjung kembali

Kalimat penyemangat tidak menggantikan istirahat atau beban kerja yang wajar. WHO menggambarkan burnout sebagai fenomena pekerjaan akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola, ditandai rasa terkuras, jarak mental dari pekerjaan, dan menurunnya rasa mampu (WHO, 2019). Kenali tandanya di artikel burnout. Bila rasa lelah atau murung terus mengganggu, bacaan kesehatan mental di Bugar Selalu bisa jadi titik awal, dan menemui psikolog adalah langkah yang wajar. Sedang mencari jawaban "motivasi kerja" untuk wawancara? Panduannya ada di Karir Pintar.

Langkah kecil untuk hari ini: pilih satu kutipan di bawah, lalu tulis satu kalimat tentang untuk apa atau untuk siapa kamu bekerja minggu ini.

Kutipan dan sumbernya

Setiap kutipan di bawah bisa kamu telusuri ke karya aslinya lewat tautan sumber. Tombol Salin menyalin kutipan lengkap dengan nama tokoh, judul karya, dan tautan sumbernya.

Anak-anak itu adalah masa depanku; untuk merekalah aku ingin hidup dan bekerja, berjuang dan menanggung derita, bila perlu.

R.A. Kartini, Door Duisternis Tot Licht (surat kepada Nyonya R.M. Abendanon-Mandri, 8 Agustus 1903), hlm. 327-328. Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Belanda.
Lihat teks asli

Die kinderen zijn mijn toekomst; daar wil ik voor leven en werken, en strijden en lijden, als het moet.

Kartini menulisnya tentang anak-anak Bupati Rembang yang akan ia asuh, bagian dari cita-citanya mengasuh banyak anak sebagai anaknya sendiri. Kerja di sini berakar pada tujuan yang ia pilih sendiri. Teori determinasi diri menyebut dorongan seperti ini motivasi otonom, yang terasa sebagai kehendak, bukan tekanan.

Kini mereka tahu dan menyadari bahwa tujuan kami adalah membawa mereka sendiri menuju kesejahteraan; mereka memahami manfaatnya bagi mereka, dan menghargai kerja kami dengan ikut bekerja penuh gairah dan tekun.

R.A. Kartini, Door Duisternis Tot Licht (surat kepada Nyonya R.M. Abendanon-Mandri, 9 Maret 1903), hlm. 305. Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Belanda.
Lihat teks asli

Zij weten nu, zien in, dat het ons doel is, henzelven tot welvaart te brengen; zij begrijpen hun voordeel, en apprecieeren ons werk, door met lust en ijver mede te werken.

Kartini menggambarkan para perajin di kota kelahirannya yang ikut bekerja dengan semangat setelah paham bahwa usaha itu untuk kesejahteraan mereka sendiri. Dalam teori determinasi diri, alasan yang bermakna termasuk hal yang membantu orang menerima nilai sebuah tugas sebagai miliknya sendiri.

... di suatu tempat yang terlupakan, mencari dan menemukan pekerjaan untuk kepala, hati, dan tangan.

R.A. Kartini, Door Duisternis Tot Licht (surat kepada Tuan J.H. Abendanon, 1 Februari 1903), hlm. 303. Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Belanda.
Lihat teks asli

... ergens op een vergeten plaats werk te zoeken en te vinden voor hoofd, hart en handen.

Kartini menulisnya saat membayangkan kemungkinan ditolak lingkungannya. Di tengah rasa cemas itu, ia tetap membayangkan pekerjaan yang memakai pikiran, perasaan, dan keterampilan sekaligus. Bahan refleksi untukmu: bagian mana dari dirimu yang paling terpakai dalam pekerjaanmu sekarang?

Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Soekarno, Lahirnya Pancasila (pidato di sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai, 1 Juni 1945), Guntur, Jogjakarta (cetakan kedua, 1949). Sumber: id.wikisource.org (diakses 15 Oktober 2026)

Dalam pidato ini Soekarno memeras usulan dasar negara menjadi satu kata, gotong royong, yang ia gambarkan sebagai kerja bersama. Ryan dan Deci memasukkan keterhubungan sebagai salah satu kebutuhan psikologis dasar, jadi rasa terhubung dengan rekan kerja ikut diperhitungkan dalam teori motivasi.

Itu soal dorongan dari dalam untuk menulis. Penumpukan masalah yang harus dilepas, seperti penimbunan yang meledak begitu.

Pramoedya Ananta Toer, Saya Pupuk Bawang Lekra (wawancara Majalah Balairung Edisi Khusus/TH. VIII/1994, diterbitkan ulang Balairungpress 2018), Balairung. Sumber: balairungpress.com (diakses 15 Oktober 2026)

Pramoedya menjawab pertanyaan tentang proses kreatifnya. Menurutnya, sumbernya adalah dorongan dari dalam dan timbunan masalah yang perlu dilepas. Psikologi menyebut dorongan yang datang dari aktivitas itu sendiri sebagai motivasi intrinsik. Tidak semua pekerjaan terasa seperti itu setiap hari, dan itu wajar.

Kerja adalah cinta yang dijadikan tampak.

Kahlil Gibran, The Prophet (bagian "On Work"), Alfred A. Knopf, New York, 1923. Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

Work is love made visible.

Di bagian tentang kerja, Gibran menautkan kerja dengan kepedulian pada orang yang akan memakai hasilnya, seperti menenun kain seolah orang terkasih yang akan memakainya. Kalau pekerjaanmu terasa jauh dari makna, kalimat ini bisa jadi pertanyaan: untuk siapa hasil kerjamu hari ini?

Berbahagialah orang yang telah menemukan pekerjaannya; hendaknya ia tidak meminta kebahagiaan yang lain.

Thomas Carlyle, Past and Present (Buku III, Bab XI "Labour"), 1843. Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

Blessed is he who has found his work; let him ask no other blessedness.

Carlyle menulis bahwa orang yang menemukan pekerjaannya juga menemukan tujuan hidup. Pandangannya sangat memuliakan kerja, jadi bacalah dengan kritis. Pekerjaan bukan satu-satunya sumber makna, dan rasa lelahmu tetap perlu didengar.

Tidak ada kaum yang dapat makmur sebelum ia belajar bahwa ada martabat yang sama besarnya dalam menggarap ladang seperti dalam menulis puisi.

Booker T. Washington, Pidato di Pameran Atlanta, 18 September 1895 (dimuat dalam Up from Slavery, Bab XIV). Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

No race can prosper till it learns that there is as much dignity in tilling a field as in writing a poem.

Kalimat ini ada di bagian pidato yang Washington tujukan kepada sesama warga kulit hitam Amerika (dibuka dengan "To those of my race"). Ia mengajak mereka menghargai kerja sehari-hari yang sering dianggap rendah. Pesannya relevan saat kamu meremehkan pekerjaanmu sendiri hanya karena tidak terlihat bergengsi.

Kerja menjauhkan kita dari tiga keburukan besar: rasa bosan, perilaku buruk, dan kekurangan.

Voltaire, Candide, ou l'optimisme (Bab XXX), 1759. Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Prancis.
Lihat teks asli

le travail éloigne de nous trois grands maux, l’ennui, le vice, et le besoin.

Di bab penutup Candide, kalimat ini diucapkan seorang lelaki tua Turki yang menggarap lahannya yang tidak luas (dua puluh arpent) bersama anak-anaknya. Ia tidak menjanjikan kekayaan, hanya hidup yang terisi. Kalau kamu sering bosan saat bekerja, coba catat tugas mana yang memicunya.

Jauh melampaui yang lain, hadiah terbaik yang ditawarkan hidup adalah kesempatan untuk bekerja keras pada pekerjaan yang layak dikerjakan.

Theodore Roosevelt, Pidato Hari Buruh di Pameran Negara Bagian, Syracuse, 7 September 1903 (Presidential Addresses and State Papers, Vol. II), The Review of Reviews Company, New York (1910). Sumber: gutenberg.org (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Inggris.
Lihat teks asli

Far and away the best prize that life offers is the chance to work hard at work worth doing ...

Roosevelt mengucapkannya pada Hari Buruh di sebuah pameran pertanian, dalam pidato yang menyoroti petani dan pekerja upahan. Kata kuncinya "layak dikerjakan". Dalam teori determinasi diri, motivasi menjadi lebih otonom ketika orang menyetujui nilai sebuah kegiatan untuk tujuan yang ia pilih sendiri.

Saat fajar, ketika kamu enggan bangun, siapkan pikiran ini: aku bangun untuk mengerjakan pekerjaan seorang manusia.

Marcus Aurelius, Meditations (Ta eis heauton), Buku V, Buku V, bagian 1. Dikutip lewat Wikiquote, perantara yang merujuk ke karya tersebut (diakses 15 Oktober 2026)Terjemahan Redaksi Inti Diri dari teks asli berbahasa Yunani Kuno.
Lihat teks asli

Ὄρθρου, ὅταν δυσόκνως ἐξεγείρῃ, πρόχειρον ἔστω ὅτι ἐπὶ ἀνθρώπου ἔργον ἐγείρομαι

Dalam Meditations, Marcus Aurelius menegur dirinya sendiri yang enggan bangun pagi. Ia tidak menyangkal rasa malas itu, tetapi mengingatkan diri pada alasan ia bekerja. Cara pandang Stoik ini dibahas lebih jauh di artikel stoikisme.

Ungkapan populer, asal tidak jelas

Ungkapan berikut sering beredar, tetapi pencetusnya tidak bisa kami telusuri ke sumber yang jelas. Karena itu kami tidak mengatribusikannya ke siapa pun.

Asal tidak jelas

Pilih pekerjaan yang kamu cintai, maka kamu tidak perlu bekerja sehari pun dalam hidupmu.

Ungkapan ini sering ditempelkan ke nama filsuf kuno, tetapi penelusuran Quote Investigator tidak menemukan dukungan untuk atribusi itu; kemunculan paling awal yang mereka temukan (1982) menyebutnya ucapan anonim. Pekerjaan yang dicintai pun tetap punya hari berat, dan itu bukan tanda kamu salah pilih.

Asal tidak jelas

Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

Ungkapan populer yang sumber asalnya tidak kami temukan. Kerja keras memang penting, tetapi hasil juga dipengaruhi hal di luar kendalimu, jadi nilai dirimu tidak sama dengan hasil kerjamu.

Renungkan sejenak

  1. Dari semua alasanmu bekerja atau belajar minggu ini, mana yang terasa sebagai pilihanmu sendiri, dan mana yang terasa sebagai keharusan?
  2. Kapan terakhir kali kamu merasa mampu, bebas memilih cara, atau terhubung dengan rekan saat bekerja?
  3. Kutipan mana yang paling mengena, dan satu langkah kecil apa yang bisa kamu lakukan besok karenanya?
Tulis jawabanmu di Jurnal Refleksi

Bacaan terkait

Pertanyaan umum

Apa yang dimaksud motivasi kerja?

Motivasi kerja adalah alasan yang mendorong seseorang memulai dan bertahan dalam pekerjaan. Psikologi membedakan motivasi intrinsik, yaitu bekerja karena aktivitasnya menarik dan memuaskan, dan motivasi ekstrinsik, yaitu bekerja demi akibat yang terpisah seperti gaji atau pujian (Gagné dan Deci, 2005).

Apakah gaji tidak penting untuk motivasi kerja?

Gaji tetap penting. Meta-analisis Cerasoli dan rekan (2014) atas 183 studi menemukan bahwa motivasi intrinsik dan insentif sama-sama memprediksi kinerja: motivasi intrinsik lebih terkait kualitas, insentif lebih terkait kuantitas. Keduanya tidak harus saling meniadakan.

Kenapa ada kata kata motivasi kerja populer yang tidak diberi nama tokoh?

Kami hanya mencantumkan nama tokoh bila kalimatnya bisa ditelusuri ke buku, surat, pidato, atau wawancara. Contohnya, ungkapan tentang memilih pekerjaan yang dicintai sering dikaitkan ke filsuf kuno, padahal penelusuran Quote Investigator tidak menemukan dukungan untuk atribusi itu.

Bagaimana kalau semangat kerja hilang terus-menerus?

Kutipan tidak menggantikan istirahat atau bantuan. WHO menggambarkan burnout sebagai fenomena pekerjaan akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola. Kenali tandanya di artikel burnout Inti Diri, dan bila lelah atau murung terus mengganggu, bicarakan dengan orang yang kamu percaya atau temui psikolog.

Sumber pengantar

  1. Marylène Gagné dan Edward L. Deci (2005). Self-determination theory and work motivation. Journal of Organizational Behavior (salinan di selfdeterminationtheory.org). doi:10.1002/job.322 (diakses 15 Oktober 2026)
  2. Richard M. Ryan dan Edward L. Deci (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist (PubMed). doi:10.1037/0003-066X.55.1.68 (diakses 15 Oktober 2026)
  3. Christopher P. Cerasoli, Jessica M. Nicklin, dan Michael T. Ford (2014). Intrinsic motivation and extrinsic incentives jointly predict performance: a 40-year meta-analysis. Psychological Bulletin (PubMed). doi:10.1037/a0035661 (diakses 15 Oktober 2026)
  4. World Health Organization (2019). Burn-out an "occupational phenomenon": International Classification of Diseases. who.int (diakses 15 Oktober 2026)
  5. Quote Investigator (2014). Choose a Job You Love, and You Will Never Have To Work a Day in Your Life. quoteinvestigator.com (diakses 15 Oktober 2026)
WhatsApp

Tema kutipan lain