Pagi sering datang bersama daftar tugas yang belum dibuka dan rasa enggan meninggalkan kasur. Rasa enggan itu bukan hal baru. Kaisar Romawi Marcus Aurelius menulis pengingat untuk dirinya sendiri tentang pagi ketika ia malas bangun, dan William James, dalam The Principles of Psychology (1890), menggambarkan beratnya keluar dari selimut di pagi yang dingin. Jadi kalau pagimu terasa berat, kamu tidak sendirian, dan kamu tidak sedang gagal.
Karena itu, kumpulan motivasi pagi di sini tidak dimaksudkan untuk membuatmu merasa bersalah. Tujuannya sederhana: memberi satu kalimat pendek yang bisa kamu bawa saat memulai hari, dari orang yang benar-benar menulisnya. Setiap kutipan sudah kami telusuri ke karya aslinya, entah buku, surat, esai, atau puisi, dan tautannya kami cantumkan. Kutipan berbahasa asing kami terjemahkan sendiri dari teks aslinya. Ungkapan yang sering beredar tetapi tidak jelas asal-usulnya kami pisahkan di bagian ungkapan populer, tanpa nama tokoh.
Kutipan saja jarang cukup. Kata-kata yang menyentuh mudah hilang begitu notifikasi pertama muncul. Yang lebih bisa diandalkan adalah kebiasaan kecil yang menempel pada momen yang sama setiap pagi. Dalam studi Lally dan rekan (2010), peserta memilih satu perilaku untuk dilakukan setiap hari dalam konteks yang sama, misalnya setelah sarapan, dan rasa otomatisnya meningkat seiring pengulangan. Waktu yang dibutuhkan sangat beragam, dari 18 sampai 254 hari, dan melewatkan satu kesempatan tidak banyak mengganggu prosesnya. William James sendiri berpendapat bahwa makin banyak urusan harian yang berjalan otomatis, makin lega pikiran kita untuk hal yang lebih penting.
Cara memakai halaman ini: baca pelan-pelan, pilih satu kutipan yang terasa paling dekat, lalu pasangkan dengan satu tindakan kecil yang kamu lakukan setelah hal yang pasti terjadi setiap pagi, misalnya setelah minum segelas air. Kalau besok terlewat, lanjutkan lusa.