Fokus atau konsentrasi adalah tindakan memusatkan proses berpikir pada satu masalah atau pokok, bagian dari perhatian, yaitu keadaan ketika sumber daya kognitif diarahkan pada hal tertentu dan bukan pada yang lain.
Sebelum menyalahkan diri karena sulit fokus, kenali dulu cara kerja perhatian. Kamus Psikologi APA menjelaskan perhatian sebagai keadaan ketika sumber daya kognitif diarahkan pada hal tertentu dan bukan pada yang lain, dengan anggapan bahwa manusia tidak bisa memperhatikan segalanya sekaligus. Perhatian juga bisa direbut tanpa sengaja oleh hal yang kuat, bergerak, berulang, kontras, atau baru. Konsentrasi adalah tindakan memusatkan proses berpikirmu pada satu masalah.
Dari situ ada beberapa petunjuk praktis. Pertama, kurangi gonta-ganti tugas. American Psychological Association menjelaskan bahwa biaya berpindah tugas menumpuk kalau kamu bolak-balik berkali-kali. Kedua, atur jeda. Dalam studi Biwer dan rekan (2023) pada 87 mahasiswa, yang beristirahat sesuka hati belajar dan beristirahat lebih lama, merasa lebih lelah dan mudah teralih, serta kurang konsentrasi dibanding yang memakai jeda terjadwal. Jumlah tugas yang selesai tidak berbeda.
Ketiga, pilih teknik belajar yang membuat ingatan bertahan. Menurut Kamus Psikologi APA, menguji diri sendiri membuat materi lebih diingat daripada membaca ulang dengan waktu yang sama, dan belajar berjarak dalam beberapa sesi pendek lebih baik untuk ingatan jangka panjang daripada belajar semalaman sekaligus.
Panduan lengkapnya ada di artikel cara belajar efektif. Untuk sesi fokus dengan jeda terjadwal, coba Timer Pomodoro.
Langkah kecil hari ini: sebelum belajar, letakkan ponselmu di ruangan lain, lalu tutup sesi dengan menulis tiga hal yang kamu ingat tanpa melihat catatan.