Percaya Diri & Self Love

Insecure: Arti, Penulisan yang Benar, dan Cara Menghadapi Rasa Tidak Aman dalam Diri

Insecure adalah perasaan tidak cukup baik dan kurang percaya diri yang disertai keraguan serta kecemasan tentang tujuan, kemampuan, atau hubungan seseorang dengan orang lain.

oleh Ahmad Thariq SyauqiDisusun dengan bantuan AI, klaim dicocokkan ke sumber oleh redaksiTerbit 9 menit baca
Ilustrasi garis berwarna nila di atas putih: cermin tangan bundar di tengah memantulkan tunas tanaman dalam pot, dikelilingi bingkai foto kecil bergambar gunung seperti unggahan media sosial yang melayang menjauh dan makin pudar
Bingkai milik orang lain boleh melayang menjauh. Yang perlu dirawat adalah apa yang tumbuh di cerminmu sendiri.

Ringkasan jawaban

Insecure adalah perasaan tidak cukup baik, kurang percaya diri, dan ragu bisa menghadapi keadaan, yang disertai cemas tentang tujuan, kemampuan, atau hubungan dengan orang lain. Kata ini berasal dari bahasa Inggris, ditulis i-n-s-e-c-u-r-e, dan dibaca kira-kira in-si-kyur dengan tekanan di suku kata terakhir. Rasa ini wajar dialami siapa pun, dan bisa dihadapi lewat langkah kecil seperti mengatur cara membandingkan diri dan belajar bersikap baik pada diri sendiri.

Pernah membuka media sosial dengan perasaan biasa saja, lalu menutupnya dengan perasaan kalah? Teman seangkatan sudah kerja di tempat impian, yang lain sudah menikah, dan kamu merasa tertinggal di semua jalur. Perasaan itu yang sering disebut insecure: rasa tidak cukup baik dan ragu pada diri sendiri. Kabar baiknya, rasa ini bisa dipahami, dan cara menanggapinya bisa dilatih.

Artikel ini membahas arti insecure menurut kamus psikologi, tulisan dan cara baca yang benar, bedanya dengan kurang percaya diri dan harga diri rendah, kenapa rasa ini muncul, dan langkah kecil untuk menghadapinya. Satu hal perlu jelas sejak awal: insecure adalah perasaan, bukan label diagnosis, dan merasakannya tidak berarti ada yang salah denganmu.

Apa arti insecure?

Kata insecure punya padanan resmi di kamus psikologi. APA Dictionary of Psychology, kamus milik American Psychological Association, mendefinisikan insecurity sebagai perasaan tidak memadai, kurang percaya diri, dan merasa tidak mampu menghadapi keadaan. Perasaan itu disertai ketidakpastian dan kecemasan umum tentang tujuan, kemampuan, atau hubungan seseorang dengan orang lain. Kamus yang sama mencatat insecure sebagai bentuk kata sifatnya.

Cambridge Dictionary memberi rumusan yang lebih sehari-hari. Orang yang insecure punya sedikit rasa percaya diri dan ragu pada kemampuannya sendiri, atau ragu apakah orang lain benar-benar menyukainya. Kata yang sama juga dipakai untuk tempat atau sistem yang tidak aman, tetapi dalam obrolan kita, maknanya hampir selalu soal perasaan terhadap diri sendiri.

Di Indonesia, artikel promosi kesehatan Kementerian Kesehatan menggambarkan insecure sebagai perasaan tidak aman yang membuat seseorang gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Artikel itu juga membuka dengan kalimat yang menurut kami penting: merasa insecure ketika melakukan sesuatu itu normal.

Diagram tiga kotak berjudul tujuan, kemampuan, dan hubungan, masing-masing dengan contoh pertanyaan yang muncul saat merasa insecure dan contoh situasinya
Tiga wilayah ini disusun dari definisi insecurity di APA Dictionary of Psychology. Pertanyaan di dalam kotak hanya contoh, bukan alat ukur.

Perhatikan tiga wilayah dalam definisi APA: tujuan, kemampuan, dan hubungan. Menurut kami, ini cara paling berguna untuk memahami rasa insecure milikmu sendiri. Ada orang yang yakin pada kemampuannya tetapi ragu apakah teman-temannya tulus. Ada juga yang nyaman dalam pertemanan tetapi gemetar setiap kali memikirkan masa depan. Coba perhatikan rasa insecure milikmu: apakah ia menutupi seluruh dirimu, atau menempel di satu atau dua tempat saja?

Tulisan insecure yang benar dan cara bacanya

Banyak orang mencari tulisan insecure karena kata ini lebih sering didengar daripada dibaca. Tulisan yang benar adalah insecure, dengan huruf i-n-s-e-c-u-r-e. Di dalamnya ada kata secure yang diawali in-, jadi huruf c dan huruf e di akhir tidak boleh hilang.

Insecure adalah kata sifat. Kalau kamu ingin memakai bentuk kata bendanya, tulis insecurity. Kamus Cambridge mencantumkan keduanya sebagai kata yang berhubungan. Berikut ringkasan penulisan yang sering tertukar:

BentukStatusContoh pemakaian
insecureBenar, kata sifat"Aku lagi insecure soal skripsiku."
insecurityBenar, kata benda"Insecurity-ku muncul tiap lihat nilai teman."
insecur, insicureKeliru, salah ketikHuruf hilang atau tertukar
insekyurKeliru, tulisan bunyiDitulis sesuai bunyi, bukan ejaan aslinya

Untuk cara bacanya, Cambridge Dictionary mencatat lafal Inggris Britania /ˌɪn.sɪˈkjʊər/ dan lafal Amerika /ˌɪn.səˈkjʊr/. Tanda kecil di depan bunyi "kjʊ" menunjukkan tekanan utama. Jadi kalau ditulis dengan bunyi Indonesia, kira-kira in-si-kyur, dengan suku kata terakhir diucapkan paling kuat.

Bagaimana dengan padanannya dalam bahasa Indonesia? Kamus Inggris-Indonesia di Cambridge Dictionary menerjemahkan insecure dalam arti perasaan sebagai "kurang keyakinan". Artikel Kemenkes tadi memakai "tidak percaya diri" dan "rendah diri" untuk perasaan yang sama. Kalau kamu menulis karya formal, kata-kata Indonesia ini bisa menggantikan istilah asingnya.

Insecure, kurang percaya diri, dan harga diri rendah

Ketiga istilah ini sering dipakai bergantian, padahal titik beratnya sedikit berbeda. Membedakannya membantu kamu tahu bagian mana yang sebenarnya sedang goyah.

APA Dictionary mendefinisikan self-confidence sebagai kepercayaan pada kemampuan, kapasitas, dan penilaian diri sendiri. Sementara itu, self-esteem atau harga diri adalah sejauh mana kualitas dan ciri dalam konsep diri seseorang dipandang positif. Harga diri mencakup citra fisik, pandangan tentang pencapaian dan kemampuan, nilai-nilai yang dipegang, serta cara orang lain memandang dan menanggapi kita.

IstilahFokusnyaContoh kalimat di kepala
Kurang percaya diriRagu pada kemampuan dan penilaian diri"Aku nggak yakin bisa presentasi."
Harga diri rendahMemandang diri secara keseluruhan kurang bernilai"Aku memang nggak ada apa-apanya."
InsecureRasa tidak memadai plus cemas soal tujuan, kemampuan, atau hubungan"Kayaknya mereka cuma pura-pura suka sama aku."

Ada satu pemakaian kata insecure yang berbeda sama sekali. Dalam psikologi perkembangan, insecure attachment adalah pola hubungan anak dan orang tua yang diamati dalam prosedur Strange Situation, ketika anak tidak menunjukkan rasa percaya diri saat orang tuanya ada. Itu konsep tentang pola kelekatan, bukan sinonim untuk minder. Jadi kalau kamu membaca istilah ini di konten populer, jangan buru-buru menempelkannya pada dirimu.

Satu salah kaprah lagi: pendiam tidak sama dengan insecure. Seseorang bisa suka menyendiri, cepat lelah di keramaian, dan tetap nyaman dengan dirinya. Bedanya dibahas di artikel tentang kepribadian introvert.

Kenapa rasa insecure muncul?

Tidak ada satu penyebab tunggal. Artikel Kemenkes membagi pemicunya menjadi dua. Dari luar, misalnya dipandang sebelah mata oleh orang lain atau diperlakukan terlalu protektif oleh orang tua dan pasangan. Dari dalam, misalnya rasa kesepian dan sifat terlalu perfeksionis. Artikel yang sama menyebut kebiasaan membandingkan diri dan kecemasan sosial sebagai penyebabnya. Dua pemicu itu juga lama dibahas dalam psikologi sosial.

Kita menilai diri lewat orang lain

Teori perbandingan sosial dirumuskan Leon Festinger pada 1954. Menurut ringkasan APA Dictionary, teori ini menyatakan bahwa orang menilai kemampuan dan sikapnya dengan membandingkannya pada orang lain. Proses itu berperan besar dalam citra diri dan kesejahteraan seseorang. Perbandingan ke atas, yaitu dengan orang yang dianggap lebih baik, secara tradisional dikaitkan dengan rasa rendah diri.

Media sosial membuat perbandingan ke atas tersedia setiap saat. Meta-analisis Lei dan rekan di Frontiers in Psychology tahun 2026 menggabungkan 54 sampel dengan total 36.583 peserta. Hasilnya, kebiasaan membandingkan diri ke atas di dunia online berkaitan dengan beberapa hal yang kurang baik, termasuk harga diri yang lebih rendah. Perlu dicatat, ini temuan keterkaitan. Ia tidak membuktikan bahwa media sosial pasti membuat seseorang insecure.

Kita mengira semua orang memperhatikan

Pemicu kedua lebih halus. Gilovich, Medvec, dan Savitsky dalam studi di Journal of Personality and Social Psychology tahun 2000 menemukan bahwa orang melebih-lebihkan seberapa banyak tindakan dan penampilannya diperhatikan orang lain. Mereka menyebutnya spotlight effect, efek lampu sorot.

Dalam salah satu percobaannya, peserta diminta memakai kaus bergambar yang memalukan. Peserta memperkirakan lebih banyak orang yang akan ingat gambar di kaus itu daripada yang sebenarnya ingat. Penjelasan para peneliti: kita berangkat dari pengalaman kita sendiri yang terasa sangat jelas, lalu kurang menyesuaikannya dengan sudut pandang orang lain. Jerawat yang terasa sebesar gunung di cermin sering hanya sekilas di mata teman.

Tanda kamu sedang merasa insecure

Bagian ini bukan alat untuk menilai diri, apalagi mendiagnosis. Anggap saja sebagai cermin kecil untuk mengenali kapan rasa itu sedang datang. Artikel Kemenkes menyebut beberapa ciri orang yang sedang merasa insecure:

  • Memandang diri lebih rendah daripada orang lain, sehingga rasa percaya diri turun saat melakukan apa pun.
  • Interaksi berkurang, karena bersosialisasi terasa mengganggu dan lebih nyaman berdiam diri.
  • Terus membandingkan diri, dengan anggapan hidup orang lain jauh lebih baik.
  • Dihantui rasa takut yang terasa berlebihan, disertai cemas dan gelisah.

Dalam keseharian pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda, wujudnya bisa sangat biasa. Kamu menunda mengirim tugas karena takut hasilnya dinilai jelek. Kamu membaca ulang pesan grup berkali-kali sebelum mengirimnya. Kamu sulit menerima pujian dan buru-buru membalas "ah, biasa aja". Atau kamu mengiyakan semua permintaan karena takut tidak disukai, pola yang dibahas lebih dalam di artikel tentang people pleaser.

Kalau kamu sering memutar ulang percakapan semalaman setelah merasa insecure, polanya bisa jadi sudah bercampur dengan overthinking. Mengenali campuran ini membantu kamu memilih langkah yang tepat.

Cara menghadapi rasa insecure, mulai dari langkah kecil

Banyak tips populer menyuruh kita "berhenti membandingkan diri" dan "selalu berpikir positif". Niatnya baik, tetapi jujur saja, menyuruh pikiran berhenti jarang berhasil. Dalam pandangan kami, yang lebih realistis adalah mengubah cara menanggapi rasa insecure saat ia datang. Berikut lima langkah kecil yang bisa kamu coba.

1. Namai perasaannya dan wilayahnya

Saat rasa itu muncul, coba sebut dengan jelas: "Aku sedang merasa insecure soal kemampuan." Pakai tiga wilayah dari definisi APA, yaitu tujuan, kemampuan, dan hubungan, untuk memberi nama yang lebih spesifik pada perasaan yang tadinya kabur. Lalu lihat sendiri: apakah perasaan itu terasa berbeda dibanding kalimat umum "aku memang payah"?

2. Periksa lampu sorotnya

Ingat temuan Gilovich dan rekan. Sebelum yakin semua orang memperhatikan kesalahanmu, tanyakan: apakah aku sedang memakai pengalamanku sendiri sebagai ukuran? Sering kali orang lain sedang sibuk dengan lampu sorotnya masing-masing.

3. Atur perbandingan, jangan sekadar dilarang

Ada sisi lain dari perbandingan ini. Ringkasan APA tentang teori perbandingan sosial mencatat bahwa perbandingan ke atas tidak selalu buruk. Entri teori perbandingan sosial itu menyebut riset yang lebih baru: tergantung situasinya, perbandingan ke atas justru bisa memicu inspirasi. Orang cenderung menilai kemampuannya lebih tinggi ketika dekat dengan sosok yang lebih unggul itu, dan lebih rendah ketika sosoknya jauh atau tidak disukai.

Dari situ, kami menarik pelajaran sederhana: belajar dari kakak tingkat yang kamu kenal bisa jadi menumbuhkan, sedangkan menggulir pencapaian orang asing tanpa henti bisa jadi justru menurunkan penilaianmu atas kemampuan sendiri. Coba kurangi yang kedua, dan dekati yang pertama.

4. Ganti kritik diri dengan welas asih diri

Diagram tiga baris unsur welas asih diri: baik pada diri sendiri, bagian dari pengalaman manusia, dan sadar tanpa larut, masing-masing dengan contoh kalimat untuk diri sendiri
Tiga unsur welas asih diri menurut Neff dan Vonk (2009). Kalimat contohnya bisa kamu ganti dengan kata-katamu sendiri.

APA Dictionary menjelaskan self-compassion atau welas asih diri sebagai sikap tidak menghakimi terhadap kekurangan dan kegagalan diri. Kristin Neff dan Roos Vonk dalam studi di Journal of Personality tahun 2009 menjabarkannya menjadi tiga unsur: bersikap baik pada diri sendiri, menyadari bahwa kekurangan adalah bagian dari pengalaman manusia, dan tetap sadar saat memikirkan sisi negatif diri.

Temuan mereka menarik. Pada 2.187 peserta, welas asih diri memprediksi rasa berharga yang lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada hasil tertentu, dibandingkan harga diri. Welas asih diri juga lebih kuat berkaitan dengan rendahnya kebiasaan membandingkan diri. Sebaliknya, harga diri (bukan welas asih diri) berkaitan dengan narsisme. Jadi tujuannya bukan memompa rasa hebat, melainkan berhenti memusuhi diri sendiri.

Apakah bersikap lembut pada diri membuat kita malas? Ternyata tidak. Dalam empat eksperimen Breines dan Chen tahun 2012, peserta yang diarahkan berwelas asih justru menghabiskan lebih banyak waktu belajar setelah gagal di tes yang sulit, dan setelah merenungkan kelemahannya, lebih termotivasi memperbaikinya. Welas asih diri juga bisa dilatih. Uji coba Neff dan Germer tahun 2013 menemukan peserta program delapan minggu mengalami kenaikan welas asih diri dan kesejahteraan dibanding kelompok yang menunggu, meski pesertanya masih sedikit. Kalau ingin tahu beda welas asih dan empati, baca juga artikel tentang empati.

5. Tulis buktinya

Perhatikan apakah rasa insecure-mu muncul sebagai kalimat mutlak, dengan kata seperti "selalu", "tidak pernah", atau "semua orang". Coba tuliskan kalimat itu, lalu di bawahnya tulis kejadian nyata yang mendukung atau membantahnya. Dengan begitu, kamu punya kesempatan memeriksanya pelan-pelan. Kamu bisa memakai Jurnal Refleksi di Inti Diri, yang isinya tersimpan di browsermu sendiri. Kalau topik percaya diri ingin kamu dalami lebih jauh, jelajahi juga pilar Percaya Diri.

Kapan perlu bicara dengan profesional?

Rasa insecure yang datang dan pergi adalah bagian dari tumbuh dewasa. Tetapi ada kalanya ia butuh lebih dari langkah mandiri. APA Dictionary mencatat bahwa harga diri yang rendah dan perasaan tidak berharga adalah gejala yang umum pada depresi. Itu bukan berarti kamu mengalaminya. Itu berarti perasaan tidak berharga yang menetap layak ditanggapi serius.

Pertimbangkan berbicara dengan psikolog atau konselor bila rasa tidak berharga menetap lama, membuatmu menarik diri dari orang-orang, atau mengganggu tidur, makan, kuliah, dan kerja. Kamu bisa mencari psikolog berizin lewat direktori HIMPSI atau IPK Indonesia, atau bercerita lewat Healing119 dari Kementerian Kesehatan; halaman Bantuan merangkum semuanya. Bacaan tambahan tentang kesehatan mental dan kapan perlu mencari bantuan ada di kategori kesehatan mental Bugar Selalu, situs saudara Inti Diri.

Untuk minggu ini, cukup satu langkah kecil: saat rasa insecure datang lagi, namai wilayahnya, lalu ucapkan satu kalimat baik untuk dirimu sendiri, seperti yang akan kamu katakan pada seorang teman.

Coba praktikkan

Tulis satu momen insecure, lalu periksa dengan lembut

  1. Tulis satu momen minggu ini ketika kamu merasa insecure, lengkap dengan apa yang terjadi dan kalimat yang muncul di kepalamu.
  2. Tandai wilayahnya: tujuan, kemampuan, atau hubungan dengan orang lain. Satu momen boleh menyentuh lebih dari satu wilayah.
  3. Tanyakan pada dirimu: kalau temanku mengalami ini, apa yang akan kukatakan padanya? Tulis kalimat itu untuk dirimu sendiri.
  4. Pilih satu langkah kecil yang bisa kamu lakukan besok, misalnya bertanya pada satu orang yang kamu percaya, bukan menunggu rasa itu hilang dulu.

Kalau rasa tidak berharga menetap lama dan mengganggu tidur, kuliah, atau kerja, bicarakan dengan psikolog atau konselor.

Rujukan lanjutan

Pertanyaan yang sering diajukan

Insecure artinya apa dalam bahasa gaul?

Dalam percakapan sehari-hari, insecure dipakai untuk rasa minder atau tidak percaya diri, misalnya merasa kalah saat melihat pencapaian teman. Kamus Cambridge mengartikan insecure sebagai kurang percaya diri dan ragu pada kemampuan sendiri atau pada apakah orang lain benar-benar menyukai kita. Artinya, makna gaul dan makna kamusnya sebenarnya searah.

Bagaimana tulisan insecure yang benar?

Tulisan yang benar adalah insecure, dengan huruf i-n-s-e-c-u-r-e. Kata ini adalah kata sifat bahasa Inggris, sedangkan bentuk kata bendanya insecurity. Jadi kalimat yang tepat adalah aku lagi insecure atau insecurity-ku sedang muncul, bukan insecur, insicure, atau insekyur.

Bagaimana cara baca insecure?

Menurut Cambridge Dictionary, lafal Inggris Britania adalah /ˌɪn.sɪˈkjʊər/ dan lafal Amerika /ˌɪn.səˈkjʊr/. Kalau ditulis dengan bunyi Indonesia, kira-kira in-si-kyur, dengan tekanan paling kuat di suku kata terakhir.

Apakah insecure termasuk gangguan mental?

Bukan. Insecure adalah perasaan yang bisa dialami siapa pun, bukan nama diagnosis, dan artikel ini bukan alat untuk menilai diri. Tetapi kalau rasa tidak berharga menetap lama dan mengganggu tidur, makan, kuliah, atau kerja, bicarakan dengan psikolog atau tenaga kesehatan.

Apakah media sosial bikin insecure?

Hubungannya ada, tetapi bukan sebab yang pasti. Meta-analisis Lei dan rekan (2026) atas 54 sampel menemukan kebiasaan membandingkan diri ke atas di dunia online berkaitan dengan harga diri yang lebih rendah. Itu temuan keterkaitan, bukan bukti bahwa media sosial pasti membuat seseorang insecure.

Bagaimana cara menghilangkan rasa insecure?

Rasa insecure jarang hilang sekaligus, dan memang tidak harus hilang total. Yang bisa dilatih adalah cara menanggapinya: menamai wilayahnya, memeriksa apakah orang lain benar-benar memperhatikan kekuranganmu, memilih perbandingan yang membangun, dan bersikap baik pada diri sendiri saat gagal.

Ahmad Thariq Syauqi

Penulis dan penanggung jawab redaksi Inti Diri

Ahmad Thariq Syauqi menulis artikel Inti Diri dan bertanggung jawab atas isi redaksinya. Ia adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, dan berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi. Ia bukan psikolog; setiap artikel yang ia tulis dicocokkan dengan sumber psikologi kredibel, dan daftar sumbernya ada di akhir artikel.

Disusun dengan bantuan AI, klaim dicocokkan ke sumber oleh redaksi. Pencocokan sumber terakhir: 15 Oktober 2026. Lihat cara kami menulis.

Sumber

  1. APA Dictionary of Psychology, American Psychological Association. Insecurity. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  2. Cambridge Dictionary, Cambridge University Press. Insecure. dictionary.cambridge.org (diakses 15 Oktober 2026)
  3. Cambridge Dictionary, Cambridge University Press. Insecure (English-Indonesian Dictionary). dictionary.cambridge.org (diakses 15 Oktober 2026)
  4. Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (2022). Mengenal Insecure dan Cara Mengatasinya. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. keslan.kemkes.go.id (diakses 15 Oktober 2026)
  5. APA Dictionary of Psychology, American Psychological Association. Self-confidence. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  6. APA Dictionary of Psychology, American Psychological Association. Self-esteem. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  7. APA Dictionary of Psychology, American Psychological Association. Insecure attachment. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  8. APA Dictionary of Psychology, American Psychological Association. Social comparison theory. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  9. Lei Y, Hu S, Sun Y, Zheng L (2026). Looking up linked to feeling down: a meta-analysis of online upward social comparison and psychological maladjustment. Frontiers in Psychology. doi:10.3389/fpsyg.2026.1825169 (diakses 15 Oktober 2026)
  10. Gilovich T, Medvec VH, Savitsky K (2000). The spotlight effect in social judgment: an egocentric bias in estimates of the salience of one's own actions and appearance. Journal of Personality and Social Psychology. doi:10.1037/0022-3514.78.2.211 (diakses 15 Oktober 2026)
  11. APA Dictionary of Psychology, American Psychological Association. Self-compassion. dictionary.apa.org (diakses 15 Oktober 2026)
  12. Neff KD, Vonk R (2009). Self-compassion versus global self-esteem: two different ways of relating to oneself. Journal of Personality. doi:10.1111/j.1467-6494.2008.00537.x (diakses 15 Oktober 2026)
  13. Breines JG, Chen S (2012). Self-compassion increases self-improvement motivation. Personality and Social Psychology Bulletin. doi:10.1177/0146167212445599 (diakses 15 Oktober 2026)
  14. Neff KD, Germer CK (2013). A pilot study and randomized controlled trial of the mindful self-compassion program. Journal of Clinical Psychology. doi:10.1002/jclp.21923 (diakses 15 Oktober 2026)

Bagikan artikel ini

WhatsApp